Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus
SUARA-MUSLIM.COM, Klaten ~ Kamis malam (29/08) Kelurahan Kauman, Kecamatan Polan, didatangi oleh masyarakat pecinta sholawatan di Klaten dan sekitarnya. Bukan tanpa alasan, ratusan orang yang rata-rata mengenakan pakaian putih tersebut mendatangi Kelurahan Polan untuk menghadiri pengajian Halal Bihalal yang diadakan oleh Remaja Islam Dukuh Sribit, Kauman. Selain untuk mendendangkan maulid bersama grub rebana Fatahilah, mereka datang untuk mendengarkan tausiyah yang akan disampaikan oleh Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus dari Surakarta.

Sesaat sebelum Habib Naufal berceramah, tokoh masyarakat setempat menceritakan persoalan yang tengah dihadapi oleh warga.  Persoalan yang dimaksud yaitu adanya larangan penyelenggaraan tahlilan di masjid oleh beberapa oknum. “Kata mereka, tahlilan itu mengotori masjid,” demikian kata sang tokoh masyarakat.

Merespon apa yang diuraikan oleh perwakilan dari masyarakat Kauman, Habib Naufal menyatakan jika oknum yang berani membubarkan tahlilan merupakan orang-orang yang meresahkan masyarakat.

“Setiap masyarakat di Indonesia bebas beribadah berdasarkan keyakinannya,” tegas pimpinan Majelis Dzikir dan Ilmu Ar-Raudhoh tersebut. Oleh karena negara menjamin kebebasan warganya untuk menjalankan aktivitas keagamaan yang diyakininya. Habib Naufal menghimbau untuk melaporkan oknum yang masih berani membubarkan tahlilan kepada polisi. Selain itu, ia juga mengharapkan ketegasan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk melindungi masyarakat pecinta tahlilan, sholawatan, yasinan, dan praktik ibadah lain yang sudah mendarah daging.

Menurut Habib Naufal, tidak ada masalah dengan orang yang tidak senang tahlilan. Yang menjadi persoalan ialah adanya oknum anti-tahlilan  yang memaksa orang lain untuk memiliki faham yang sama dengannya. Bahkan, akhir-akhir ini muncul orang-orang yang dengan lantang berani menyatakan orang yang tahlilan sebagai ahli neraka. Sebaliknya, bagi yang senang tahlilan, Habib Naufal juga menghimbau untuk tidak memaksakan kesenangannya tersebut kepada orang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Naufal juga menyatakan kekaguman kepada NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang toleran.

“Muhammadiyah nggak ngruweti (membuat susah) orang NU yang senang tahlilan, orang NU juga nggak ngruweti orang Muhammadiyah yang tidak tahlilan,” tegas sang habib.

“Sekarang sudah bukan zamannya lagi bilang ini bid’ah itu bid’ah. Sekarang saatnya ngurusi yang belum sholat agar mau sholat, ngurusi yang sama orang tuanya belum baik agar berbakti kepada orang tuanya,” tambah Habib Naufal.

Selain merespon keluhan masyarakat, dalam acara Halal Bihalal tersebut Habib Naufal juga menguraikan tentang keutamaan orang bisa memaafkan orang yang paling dibencinya. Bahkan, ia meminta hadirin untuk membiasakan tidur dengan kondisi hati yang bebas dari dendam.

“Jika kita senang memaafkan orang lain, tentu Allah akan senang memafkan kita,” ungkap murid Habib Anis tersebut.

Habib Naufal juga membahas tentang keikhlasan ibunda Nabi Ismail AS yang rela ditinggal di tengah gurun sahara karena Nabi Ibrahim memenuhi perintah Allah SWT. Padahal, pada saat itu Nabi Ismail AS masih bayi. Menurutnya, itu merupakan cermin wanita solehah yang memiliki totalitas kepasrahan kepada Allah SWT.

Istri Nabi Ibrahim tersebut yakin, jika ia dan anaknya akan diurus oleh Allah SWT. Keyakinan tersebut berbuah nyata, sehingga ia dan Nabi Ismail AS dapat hidup.

Sebagai penutup, Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus meminta hadirin untuk menyanyikan tembang Lir Ilir yang diciptakan oleh salah satu dari Wali Songo. Tembang tersebut menurutnya merupakan buah dari internalisasi ajaran Islam yang merasuk dalam diri sang wali. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika tenang ketika menembangkannya. 

Redaktur : Luqman
Sumber: NU Online

SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta — Runtuhnya rezim Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir memberikan efek domino yang sangat dahsyat bagi gerakan-gerakan Islam yang berafiliasi ke IM. Setelah strategi mereka gagal dalam memperburuk citra revolusi rakyat Mesir 30 Juni kemarin dengan menamakannya ‘kudeta militer’, kini mereka beralih untuk menyerang institusi Islam terbesar dan tertua di dunia saat ini, Al-Azhar.

IM telah menabuh genderang perang media untuk memperburuk citra militer dan Al-Azhar di mata dunia. Berbagai berita bohong baik berupa video maupuan foto sengaja disebar demi mendapatkan simpati dunia. Pihak militer pun tidak henti-hentinya juga untuk membela diri bahwa tragedi berdarah di Mesir selama ini justru dilakukan oleh pihak IM sendiri, atau justru dilakukan oleh pihak ketiga yang sampai sekarang masih menjadi ‘hantu’ bagi rakyat Mesir.

Sementara itu, PKS yang merupakan gerakan Islam Indonesia yang berafiliasi ke IM seakan tidak rela induknya diruntuhkan oleh rakyat Mesir. Mereka akhirnya bergerak rapi dan serempak untuk memuluskan kampanye media yang sedang dipimpin oleh IM Mesir.

Beberapa waktu lalu, situs-situs berlabel Islam yang dimotori oleh para kader PKS melakukan fitnah keji terhadap orang nomor satu di kalangan umat Islam Mesir, Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayeb. Mereka membuat berita pembusukan karakter Grand Shaikh dengan judul ‘Syeikh Made in Perancis’ yang pertama kali disebarkan oleh situs dakwatuna yang akhirnya disalin oleh beberapa situs PKS lainnya.

Seakan PKS belum puas dengan ulahnya tersebut. Partai yang mantan ketua umumnya saat ini terkena kasus korupsi impor daging sapi dan pernikahan di bawah tangan dengan daun muda ini, meriliskan tulisan provokatif lagi yang pastinya akan sangat melukai hati para ulama Al-Azhar dan para pelajar yang ikhlas menuntut ilmu di bumi Mesir sana. Tulisan tersebut diberi sebuah foto Grand Shaikh Al-Azhar yang diedit dengan memakai pakaian tentara dengan diberi tulisan ‘Syaikhul Askar’ yang berarti Syekh Tentara. Tulisan provokatif tersebut dirilis pertama kali oleh situs resmi pkspiyungan. PKS terkenal miliki banyak kader yang sedang menimba ilmu di Al-Azhar Mesir. Terbukti setiap pemilu, PKS mendapatkan suara terbanyak dan menang telak di Mesir dari partai-partai nasional lainnya. Sebenarnya apa yang dinginkan oleh PKS dengan melecehkan orang nomor satu di kalangan umat Islam Mesir itu?. [au/ mosleminfo]

SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta - Munas Front Pembela Islam (FPI) membuahkan sebuah pandangan guna mendesak Densus 88 Antiteror Polri dibubarkan dengan alasan telah banyak melanggar aturan hukum dan kemanusiaan saat melakukan aksi.
Menyikapi hal tersebut, Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri) menganggap bahwa pernyataan FPI tersebut tidak berdasar.
"Silahkan saja tanya kepada masyarakat karena mendirikan Densus 88 kan melalui peraturan Kapolri dan peraturan Kapolri itu juga atas persetujuan kementerian yaitu merupakan kebutuhan negara artinya kebutuhan negara, itu dikaitkan dengan perkembangan situasi keamanana di suatu negara," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2013).
Dikatakan Ronny, apa yang Densus 88 kerjakan selama ini justru dijadikan contoh negara-negara lain dalam hal pemberantasan aksi terorisme.
Kepolisian masih belum melihat adanya upaya secara simultan bersama unsur masyarakat untuk memerangi kasus terorisme termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) layaknya dalam pemberantasan korupsi.
"Justru sekarang ini kita bisa membangun secara bersama kewaspadaan secara nasional  terhadap kasus-kasus terorisme. Itu yang perlu dibangun, sehingga ada upaya sinergi dan komprehensif. Tidak hanya salah satu unsur katakanlah densus 88 semata. Kita punya BNPT dibawah koordinasi BNPT Densus 88 sebagai salah satu unsur penyidik penegak hukumnya, sedangkan pencegahan, penanggulangan teror itu kan menyangkut pencegahan kemudian pemberantasan, kemudian rehab, kalau dilakukan secara sinergi dan komprehensif disitulah baru masyarakat bisa melihat bagaimana unsur Densus perannya selama ini," papar Ronny.
Serangan terhadap Densus belakangan ini diakibatkan Densus merupakan pihak yang paling intens menangani kasus teroris, sehingga Densus 88 termasuk anggota Polri didalamnya menjadi target teoris.
Bila sudah ada sinergitas dalam masyarakat dalam pemberantasan terorisme, maka tidak akan ada pernyataan-pernyataan pembubaran Densus 88 seperti yang diungkapkan FPI.
"Persoalannya kalau  kita semua ada sinergitas secara komprehensif dan bersama-sama memerangi teroris, maka tidak akan ada pernyataan-pernyataan seperti itu. Apakah kita lihat terorisme ini menjadi hal yang harus diberantas atau tidak, kita tanyakan lagi pada masyarakat. Seperti saya katakan tadi tanya pada masyarakat, tanya pada seluruh warga Indonesia bagaimana?," ungkap Ronny.
Kebutuhan adanya Densus 88 merupakan kebutuhan negara. Sebuah tindak pidana yang menjadi musuh bersama tersebut harus didukung semua elemen masyarakat.
"Apabila upaya dari lembaga yang diberikan kewenangan untuk menangani kasus itu, kemudian mengganggu, kemudian kita katakan upaya pemberantasan terhadap teroris kemudian diganggu, ini bagaimana?, kenapa anda tidak tanya pada masyarakat Indonesia. Karena saat ada gangguan terhadap upaya pemberantasan teroris siapa yang berada dibelakangnya, siapa yang berada dibelakang Densus atau Polri untuk memberantas terorisme, apakah kemudian dibiarkan kepolsian sendirian, nah itu pertanyakan harus jawab," ungkapnya. [AU/ tribunnews]

SUARA-MUSLIM.COM, Kudus ~ Agama tidak boleh dijadikan komoditas maupun jargon-jargon politik. Penggunaan simbol agama merupakan bentuk ketidakdewasaan berpolitik yang bisa memicu konflik umat beragama.

Demikian yang disampaikan pemerhati masalah sosial dari Pesantren Qudsiyah Menara Kudus Dr Abdul Jalil M.EI dalam Rapat Koordinasi “Dari Konflik Agama hingga Mediasi Peradilan” yang diselenggrakan Kesbangpolinmas Pemprof Jawa Tengah di Hotel Griptha Kudus, Rabu (28/8).

Dalam makalahnya yang berjudul Konflik Agama; Alternatif penyelesaian di Luar pengadilan, Abdul Jalil memaparkan, agama memiliki peran penting dalam politik guna memperindah nilai-nilai kehidupan. Namun, peran dan posisi agama tidak lebih dari sebuah sumber maupun pedoman dalam moralitas dan etika politik.

Ditegaskan dia, agama adalah sumber inspirasi bagi segala sendi kehidupan manusia. Namun, bila tidak dikelolala dengan baik akan mampu menjadi sumber konflik antarumat beragama.

“Termasuk pula, simbolisme agama (base of simbolism religion) dalam politik sangatlah berbahaya. Karena akan meemacu konflik umat beragama berbaju politik,” tandas Jalil yang juga Pengurus Pusat Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama (PP LBMNU).

Penyebab konflik berbasis politik lainnya, kata dia, buruknya komunikasi politil para elite partai. Komunikasi yang buruk, misalnya memandang lawan politik sebagai musuh besar sehingga dianggap tabu untuk bersikap ‘wajar’ antarsesama.

“Mereka bahkan cenderung mengeluarkan tudingan tudingan dan cercaan satu sama lain pada kesempatan dan tempat berbeda. Mereka tidak menyadari tindakan tersebut bisa memicu konflik lanjutan di tingkat grassroot (akar rumput),” imbuhnya.

Disamping itu, lanjut dosen STAIN Kudus ini, kesadaran politik masyarakat yang masih rendah dan belum memahami makna nilai-nilai demokrasi seperti menerima perbedaan pendapat dan toleransi. Meskipun sudah banyak yang berteriak demokratis, namun masih ada masyarakat menganggap lawan konflik sebagai pihak yang harus “dimusnahkan”.

“Padahal pemaknaan terhadap nilai demokratis tersebut akan menghindarkan masyarakat dari penggunaan cara-cara represif dan anarkis penyelesaian persolan termasuk masalah politik,” tegas Jalil.

Di depan peserta yang berasal dari komponen masyarakat di Kudus, Jalil juga menguarai konflik umat beragama berbasis idiologi dan negara. Ia menekankan untuk meredam konflik adalah mentransformasi dan menaikkan daya tarik kearifan lokal dan tradisi kepada dunia.

“Setiap waktu akan ada perbedaan dalam mengekspresikan agama, dan tugas kita bukan menilai mana yang salah dan mana yang benar. Akan tetapi mana yang lebih potensial sesuai tuntutan ruang-waktu,” paparnya.

Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Kesbangpolinmas Jateng ini berlangsung mulai Rabu-Kamis (28-29/8). Sejumlah praktisi mediasi, pakar dari kalangan akademis dan pengurus Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Jawa Tengah menjadi pembicara. [AM/ NU Online]
SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta ~ Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf meminta pihak Barat dengan sponsor utama Amerika Serikat tidak melakukan serangan ke Suriah dengan alasan adanya penggunaan senjata kimia kepada warga sipil, yang sampai saat ini belum bisa dibuktikan kebenarannya.

“Perundingan antara kelompok yang bertikai merupakan satu-satunya jalan. Jangan sampai ada intervensi asing yang telah terbukti di Timur Tengah tidak menyelesaikan masalah. No more war,” katanya, di Jakarta, (30/8).

Ia mencontohkan keterlibatan asing di Timur Tengah seperti di Libya dan Irak, yang sampai saat ini malah menimbulkan perang sipil diantara warga negaranya.

Di Irak, setelah AS dan sekutunya meninggalkan negeri tersebut, kedamaian dan demokrasi yang dulu didengung-dengungkan oleh Barat juga tidak muncul. Kekerasan sektarian antara kelompok Sunni dan Syiah juga terus terjadi. Tuduhan adanya pabrik senjata kimia yang menjadi alasan Presiden Bush untuk menyerang negeri 1001 malam tersebut ternyata juga tidak ada. Antara sesama Muslim, mereka disediakan senjata dan saling membunuh.

Hal yang sama juga terjadi Afganistan, kedamaian yang dikampanyekan dengan serangan AS dan sekutunya sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Sampai sekarang, pendekatan kekerasan yang dilakukan tidak menyelesaikan masalah.

Arab spring yang awalnya diharapkan membawa angin segar di Tunisia dan Mesir, sekarang kondisinya bahkan lebih buruk, dengan adanya ancaman perang saudara.

“Kondisi Timur Tengah saat ini yang terburuk sejak tahun 60-an,” tegasnya.

Situasi di Suriah lebih kompleks karena disana ada berbagai kepentingan kawasan, seperti Iran, Turki, dan Israel, sementara didalam negeri Suriah sendiri, juga ada polarisasi antara kelompok sunni dan syiah. Dalam kelompok oposisi juga terdapat berbagai faksi yang tidak selalu sependapat dalam penyelesaian masalah.

Ia menyatakan, dalam hal ini umat Islam Indonesia mampu menjadi contoh negara Muslim dunia dalam menjaga toleransi dalam keragaman. Kondisi ini harus dikembangkan ke dunia Muslim lainnya. (NU Online)

SUARA-MUSLIM.COM, Solo ~ Robby Sumampow seorang pengusaha nasional terkemuka asal Solo kini masuk Islam. Pengusahan keturunan Tionghoa ini melafalkan dua kalimat syahadat atas bimbingan Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf pada 27 Ramadan lalu di kediaman Habib Syech.

“Kalau tidak salah, bersamaan tanggal 5 Agustus lalu beliau menyatakan diri masuk Islam di hadapan Habib Syech. Saya ikut mengantarkan beliau ke sana,” papar Heru S. Notonegoro kolega sekaligus kawan dekat Robby Sumampow, Rabu (28/8).

Heru melihat langkah Robby Sumampow menjadi mualaf benar-benar sebuah hidayah. “Siapa yang bisa mempengaruhi Pak Robby. Karakter beliau itu sangat keras, jadi keputusan beliau masuk Islam ini benar-benar sebuah hidayah. Tidak ada yang memaksa, atau karena akibat sesuatu yang memaksa beliau. Ini benar-benar sebuah hidayah,” papar Heru.

Robby Sumampow selama ini dikenal sebagai pemilik restoran Halai serta Hotel Amarelo. Di tingkat nasional, Robby adalah mantan Presiden Komisaris PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.

Sejak tahun 2007, seperti dilansir Bussinesweek.com Robby Sumampow adalah Komisaris Utama PT Indo Kordsa. Robby Sumampow juga menjabat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Citra Marga Nusaphala Persada tbk PT. Dia juga menjabat sebagai Direktur Pt Branta Mulia Tbk. 

[Abu Umar/ NU Online]




KAROMAH SYAIKH AL-ALBANI ; “MAMPU MENDHA’IFKAN HADITS SHAHIH DAN MENSHAHIHKAN HADITS DHA’IF”

a. 7.000 Karomah Al-Albani Diungkap Oleh Al-Habib Hasan bin Ali Assegaf


Tulisan al-Habib Hasan bin Ali Assegaf yang berjudul Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat merupakan kitab yang menarik dan mendalam dalam mengungkapkan kesalahan fatal al-Albani. Beliau mencatat 1.500 kesalahan yang dilakukan al-Albani lengkap dengan data dan faktanya. Bahkan menurut penelitian ilmiah beliau, ada 7.000 kesalahan fatal dalam buku-buku yang ditulis al-Albani. Pada kitab Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat dalam juz pertama beliau memuat 249 kesalahan al-Albani, baik dari shahih ke dha’if maupun sebaliknya.

Berikut beberapa bukti kongkrit kontradiksi al-Albani dalam menilai hadits yang telah diteliti oleh al-Habib Hasan bin Ali Assegaf (cucunda as-Sayyid al-Habib Abdurrahman Assegaf pengarang kitab Tarsyih al-Mustafidin Syarh Fath al-Mu’in) dalam kitab beliau yang berjudul Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat:

1. Hadits Pertama

حديث عن محمود بن لبيد قال : أخبر رسول الله صلى الله عليه وآله عن رجل طلق امرأته ثلاث تطليقات جميعا ، فقام غضبان ، ثم قال : (أيلعب بكتاب الله عزوجل وأنا بين أظهركم ؟ !) حتى قام رجل فقال : يا رسول الله ألا أقتله ؟ ! رواه النسائي . ضعفه الالباني في تخريج (مشكاة المصابيح) الطبعة الثالثة ، بيروت - سنة 1405 ه المكتب الاسلامي (2 / 981) فقال : ورجاله ثقات لكنه من رواية مخرمة عن أبيه ولم يسمع منه . اه ثم تناقض فصححه في كتاب (غاية المرام تخريج أحاديث الحلال والحرام) طبعة المكتب الاسلامي ، الطبعة الثالثة 1405 ه صفحة (164) حديث رقم (261)

“Al-Albani menilainya dha’if dalam Misykat al-Mashabih juz 2 halaman 981 cetakan III Beirut, 1405 H, al-Maktab al-Islami. Kemudian ia menilainya shahih dalam kitab Ghayat al-Maram Takhrij Ahadits al-Halal wa al-Haram halaman 164 hadis no. 261 cetakan III, Maktab al-Islami, 1405 H.”

2. Hadits Kedua

حديث : إذا كان أحدكم في الشمس فقلص عنه الظل وصار بعضه في الظل وبعضه في الشمس فليقم) أقول : صححه الالباني فقال في صحيح الجامع الصغير وزيادته (1 / 266 / 761) صحيح الاحاديث الصحيحة : 835 . اه ثم تناقض فضعفه في : تخريج (مشكاة المصابيح) (3 / 1337 / برقم 4725 الطبعة الثالثة) وقد عزاه في كل من الموضعين إلى سنن أبي داود .

“Al-Albani menilainya shahih dalam kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir wa Ziyadatuhu juz 1 halaman 266 dan dalam Shahih al-Hadits ash-Shahihah hadits no. 835. Kemudian al-Albani menilainya dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 3 halaman 1337 hadis no. 4725 Cetakan III.”

3. Hadits Ketiga

حديث : الجمعة حق واجب على كل مسلم ... ضعفه الالباني في : تخريج (مشكاة المصابيح) (1 / 434) : فقال : رجاله ثقات وهو منقطع كما أشار أبو داود اه بمعناه ومن التناقضات أنه : أورد الحديث في إرواء الغليل (3 / 54 / برقم 592) وقال : صحيح . اه فتدبروا يا أولي الالباب .

“Al-Albani menilai dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 434, ia berkata: “Perawinya terpercaya tetapi hadits ini terputus sebagaimana isyarah Abu Dawud.” Namun hadits ini dicantumkan oleh al-Albani dalam kitab Irwa’ al-Ghalil juz 3 halaman 54 hadits no. 592. Al-Albani berkata: “Hadits ini shahih.”

4. Hadits Keempat

حديث : عبد الله بن عمرو مرفوعا : (الجمعة على من سمع النداء) رواه أبو داود . صححه الالباني في : (إرواء الغليل) (3 / 58) فقال : حسن . اه وناقض نفسه فضعفه في : تخريج مشكاة المصابيح 1 / 343) (برقم 1375) حيث قال : سنده ضعيف . اه

“Al-Albani menilai shahih dalam kitab Irwa’ al-Ghalil juz 3 halaman 58. Al-Albani berkata: “Hadits ini hasan.” Tetapi al-Albani menilainya dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 343 hadits no. 1375. Al-Albani berkata: “Sanadnya dha’if.”

5. Hadits Kelima

حديث أنس بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه وآله كان يقول : (لا تشددوا على أنفسكم فيشدد الله عليكم فإن قوما شددوا على أنفسهم فشدد الله عليهم . . .) رواه أبو داود . ضعفه الالباني في : (تخريج المشكاة) (1 / 64) فقال : بسند ضعيف اه . ثم تناقض فحسنه في آخر تخريجه في (غاية المرام) ص (141) بعد أن حكم عليه هناك أيضا بالضعف فقال : فلعل حديثه هذا حسن بشاهده المرسل عن أبي قلابة . اه

“Al-Albani menilai dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 64. Al-Albani berkata: “Diriwayatkan dengan sanad yang dha’if.” Tapi al-Albani menilainya hasan dalam kitab Ghayat al-Maram halaman 141, setelah menghukuminya dha’if, al-Albani berkata: “Semoga hadits ini hasan dengan dalil penguat secara mursal dari Abu Qilabah.”

6. Hadits Keenam

حديث السيدة عائشة رضي الله عنها قالت : (من حدثكم أن النبي صلى الله عليه وآله كان يبول قائما فلا تصدقوه ما كان يبول إلا قاعدا) رواه أحمد والترمذي والنسائي . ضعفه الالباني في تخريج (مشكاة المصابيح) (1 / 117) فقال : اسناده ضعيف اه ثم من تناقضاته أنه صححه في سلسلة الاحاديث الصحيحة (1 / 345 برقم 201) فتأمل أخي القارئ

“Al-Albani menilai dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 171. Al-Albani berkata: “Sanadnya dha’if.” Tapi al-Albani menilainya shahih dalam Silsilat al-Ahadits ash-Shahihah juz 1 halaman 345 hadits no. 201.”

7. Hadits Ketujuh

حديث : ثلاثة لا تقربهم الملائكة جيفة الكافر والمتضمخ بالخلوق والجنب إلا أن يتوضأ) رواه أبو داود . صححه الالباني في (صحيح الجامع الصغير وزيادته) (3 / 71 برقم 3056) فقال :حسن تخريج الترغيب (1 / 91) . اه ومن تناقضاته أنه ضعفه في تخريج (مشكاة المصابيح) (1 / 144 برقم 464) فقال : ورجاله ثقات لكنه منقطع بين الحسن البصري وعمار فإنه لم يسمع منه كما قال المنذري في الترغيب (1 / 91) .

“Al-Albani menilainya shahih dalam kitab Shahih al-Jami’ hadits no. 3056, ia berkata: “Hadits ini hasan.” Tetapi al-Albani menilainya dha’if dalam kitab Takhrij Misykat al-Mashabih hadits no. 464. Al-Albani berkata: “Perawinya terpercaya, tetapi hadits ini terputus antara Hasan Bashri dan Ammar.”

b. Persaksian Para Ulama Tentang Karomah Syaikh Al-Albani

Kesalahan al-Albani tidak hanya diakui oleh murid-muridnya sendiri. Kenyataan ini juga diakui oleh Syaikh Yusuf Qardhawi di dalam tanggapan beliau terhadap al-Albani yang mengomentari hadits-hadits di dalam kitabnya berjudul al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, sebagai berikut:

“Oleh sebab itu, penetapan Syaikh al-Albani tentang dha’ifnya suatu hadits bukan merupakan hujjah yang qath’i (pasti) dan sebagai kata pemutus. Bahkan dapat saya katakan bahwa Syaikh al-Albani kadang-kadang mendha’ifkan (melemahkan) suatu hadits dalam satu kitab dan mengesahkannya (menshahihkannya) dalam kitab lain.” (Lihat dalam Halal dan Haram karya DR. Yusuf Qardhawi, Robbani Press, Jakarta, 2000, hal. 417).

Syaikh Yusuf Qardhawi juga banyak menghadirkan bukti-bukti kecerobohan al-Albani dalam menilai hadis yang sekaligus menunjukkan sikapnya yang “tanaqudh”.

Dengan demikian, apabila mayoritas ulama sudah menegaskan penolakan tersebut, berarti Nashiruddin al-Albani itu memang tidak layak untuk diikuti dan dijadikan panutan. Diantara ulama yang mengkritik al-Albani adalah:

1. Al-Imam al-Jalil al-Musniduddunya asy-Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani penulis kitab ad-Durr al-Mandhud Syarh Sunan Abi Dawud dan Fath al-‘Allam Syarh Bulugh al-Maram.
2. Al-Hafidz Abdullah al-Ghummari dari Maroko.
3. Al-Hafidz Abdul Aziz al-Ghummari dari Maroko.
4. Al-Hafidz Abdullah al-Harari al-Abdari dari Lebanon pengarang Syarh Alfiyah as-Suyuthi fi Mushthalah al-Hadits.
5. Al-Muhaddits Mahmud Sa’id Mamduh dari Uni Emirat Arab pengarang kitab Raf’u al-Manarah li Takhrij Ahadits at-Tawassul wa az-Ziyarah.
6. Al-Muhaddits Habiburrahman al-A’dzami dari India.
7. Asy-Syaikh Muhammad bin Ismail al-Anshari seorang Peniliti Komisi Tetap Fatwa Wahabi dari Saudi Arabia.
8. Asy-Syaikh Muhammad bin Ahmad al-Khazraji Menteri Agama dan Wakaf Uni Emirat Arab.
9. Asy-Syaikh Badruddin Hasan Dayyab dari Damaskus.
10. Asy-Syaikh Muhammad Arif al-Juwaijati.
11. Asy-Syaikh al-Habib Hasan bin Ali Assegaf dari Yordania.
12. Al-Imam Prof. Dr. Al-Muhaddits al-Haramain as-Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki dari Mekkah pengarang kitab Mafahim Yajibu an Tushahhah.
13. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dari Najd, seorang ulama Wahabi yang menyatakan bahwa al-Albani tidak memiliki pengetahuan agama sama sekali.
14. Dan lainnya. Yana mana masing-masing ulama tersebut telah mengarang kitab sebagai bantahan terhadap al-Albani.

c. Syaikh Al-Albani Mendha’ifkan Hadits Shahih Bukhari dan Muslim

Kesalahan fatal dan sembrono al-Albani juga nampak jelas ketika ia banyak menilai dha’if dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, yang telah dinobatkan oleh umat sebagai kitab hadits yang paling valid (shahih) setelah al-Quran. Berikut diantara bukti nyata bahwa al-Albani merasa lebih hebat dari Imam Bukhari dan Imam Muslim:

1. Hadits Pertama

حديث : (قال الله تعالى : ثلاثة أنا خصمهم يوم القيامة : رجل أعطى بي ثم غدر ، ورجل باع حرا فأكل ثمنه ، ورجل استأجر أجيرا فاستوفى منه ولم يعطه أجره)) . قال الالباني في ضعيف الجامع وزيادته) (4 / 111 برقم 4054) : رواه أحمد والبخاري (2114) عن أبي هريرة (ضعيف) ! ! !

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 4054. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari no. 2114.”

2. Hadits Kedua

حديث : (لا تذبحوا إلا بقرة مسنة ، إلا أن تتعسر عليكم فتذبحوا جذعة من الضأن) . قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (6 / 64 برقم 6222) : رواه الامام أحمد ومسلم (1963) وأبو داود والنسائي وابن ماجه عن جابر (ضعيف) ! ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadis ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 6222. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1963.”

3. Hadits Ketiga

حديث : (إن من شر الناس عند الله منزلة يوم القيامة الرجل يفضي إلى امرأته ، وتفضي إليه ثم ينشر سرها) . قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (2 / 197 برقم 2005) : رواه مسلم (1437) عن أبي سعيد " (ضعيف) ! ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 2005. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1437.”

4. Hadits Keempat

حديث : (إذا قام أحدكم من الليل فليفتتح صلاته بركعتين خفيفتين) قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (1 / 213 برقم 718) : رواه الامام أحمد ومسلم (768) عن أبي هريرة (ضعيف) ! !

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 719. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 769.”

5. Hadits Kelima

حديث : (أنتم الغر المحجلون يوم القيامة ، من إسباغ الوضوء ، فمن استطاع منكم فليطل غرته وتحجيله) (1) قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (14 / 2 برقم 1425) : رواه مسلم (246) عن أبي هريرة (ضعيف بهذا التمام) .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 1425. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 246.”

6. Hadits Keenam

حديث : (إن من أعظم الامانة عند الله يوم القيامة الرجل يفضي إلى امرأته . . .) (2) . قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (2 / 192 برقم 1986) : رواه أحمد ومسلم (1437) وأبو داود عن أبي سعيد (ضعيف) ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 1986. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1437.”

7. Hadits Ketujuh

حديث : (من قرأ العشر الاواخر من سورة الكهف عصم من فتنة الدجال). قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (5 / 233 برقم : 5772 رواه أحمد ومسلم (809) والنسائي عن أبي الدرداء (ضعيف) ! !

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 1986. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1437.”

8. Hadits Kedelapan

حديث : (كان له صلى الله عليه وسلم فرس يقال له اللحيف) . قال الالباني في ضعيف الجامع وزيادته) (4 / 208 برقم 4489 : رواه البخاري (2855) عن سهل بن سعد (ضعيف) ! ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 4489. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari no. 2855.”

Walhasil, Syaikh Nashiruddin al-Albani bukanlah al-Hafidz yang berhak memberi penilaian status suatu hadits. Jangankan menjadi al-Hafidz, untuk memenuhi kriteria sebagai al-Muhaddits saja masih sangat jauh.

Masihkah Anda lebih percaya pada takhrijnya al-Albani yang berlumur kontradiksi dengan mengalahkah ulama sekaliber al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Hafidz as-Suyuthi, al-Hafidz adz-Dzahabi dan para ahli hadits lainnya?

[sya'roni/SM]
Judul: Tahlil Bid'ah Hasanah Berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah
Penulis: Muhammad Ma’ruf Khozin
Penerbit: Muara Progresif
Cetakan: I, Juli 2013
Tebal: xviii + 190 hlm. 12 x 17.5 cm
ISBN: 978-602-17206-6-0
Peresensi: Junaidi Khab, santri Pesantren Al-in’am Pajagungan Banjar Timur Gapura Sumenep Madura. 

Membicarakan tahlil sama saja membicarakan ketidaksepahaman antara orang NU dan orang-orang yang tidak setuju dengan acara tahlilan. Ada sebagian orang menganggap acara tahlilan itu sesat dan bahkan haram menurut mereka. Tentu mereka memiliki alasan tersendiri menurut apa yang mereka pelajari dan mereka pahami dalam persoalan agama dan tradisi. Tanpa dalil tentu mereka tidak akan berani mengharamkan bahkan mengkafirkan pelakunya (Nahdliyyin) sebagai subjek dari acara tahlilan itu.

Kelompok yang anti tahlil kerap menuduh tahlil sebagai bid’ah karena sebagai warisan tradisi agama pra-Islam di Jawa, yaitu Budha dan Hindu, sehingga praktek tahlil hukumnya haram dilakukan karena menyerupai dengan tradisi agama lain. Tuduhan ini dilakukan sebagaimana ketika mereka mengharamkan perayaan maulid nabi Muhammad Saw. karena menyerupai perayaan kelahiran dalam agama lain, yaitu perayaan Natal (Kristen) (Hal. 15).

Pandangan yang serba membuat kesamaan antara tradisi Islam dengan tradisi non-Islam ini beranggapan jika bukan orang Islam yang melakukan pertama kali, berarti itu bid’ah sesat, haram, bahkan kafir jika dilakukan oleh orang Islam. Perlu juga diingat bahwa budaya sarungan itu bukan budaya Islam. Pada masa nabi Muhammad Sawa. tidak ada. Budaya sarungan umat Islam yang cuma di Indonesia. Itu pun juga berangkat dari budaya agama Hindu yang ada di Indonesia. Anggap saja orang Madura yang kentara dengan budaya sarungnya, dan lihat agama nenek moyang orang Madura sebelum Islam datang, tak lain mayoritas menganut Hindu.

Begitu pula dengan budaya celana yang sudah banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Tempo dulu budaya memakai celana di kalangan Islam Indonesia haram. Hal tersebut dengan suatu dalil dan alasan bahwa orang yang menyerupai suatu, maka mereka merupakan bagian dari mereka. Karena dianggap menyerupai dengan orang Belanda atau Jepang yang beragama non-Islam, maka memakai celana diharamkan. Itu semua merupakan buah dari fanatisme dalam beragama yang mengekang dan mempersulit hidupnya sendiri. Baru ketika mereka sadar bahwa memakai celan itu penting, pengharaman lambat laun menyusut dan rata-rata kiai memakai celana.

Diakui atau tidak, latar belakang tahlil itu memang awalnya merupakan budaya masyarakat Indonesia yang beragama non-Islam sebelum Islam masuk ke Nusantara ini. Namun karena di satu sisi nabi Muhammad Saw. khususnya Islam sendiri yang memiliki sifat menghargai (toleran), maka ekspansi Islam tidak dengan cara merusak dan meniadakan apa yang telah menjadi tradisi masyarakat non-Islam sebelumnya (Hal.10). Namun, upaya ekspansi Islam ini dengan fleksibelitasnya mampu mengislamkan orang Nusantara ini dengan mudah dan tanpa kekerasan apapun. Tentunya kelenturan dan cara beradaptasi baik yang dijadikan senjata ampuh oleh penyebar Islam tempo dulu.

Secara historis, keberadaan tahlil adalah salah satu wujud keberhasilan islamisasi terhadap tradisi-tradisi masyarakat Indonesia pr-Islam. Tradisi masyarakat Indonesia ketika ada orang meninggal dunia adalah berkumpul di rumah duka pada malam hari untuk berjudi, mabuk-mabukan dan sebagainya. Lambat laun seiring dengan Islam yang mulai menyentuh mereka, acara tersebut diisi dengan nilai-nilai keislaman yang dapat mendatangkan manfaat kepada orang yang meninggal dunia, keluarga duka, serta masyarakat secara umum. Dari sini kemudian tradisi tahlilan berkembang luas di tengah masyarakat seperti yang diamalkan oleh masyarakat saat ini (Hal. v).

Tradisi kumpul-kumpul yang dilakukan oleh masyarakat non-Islam dulu itu tidak dirusak dan tidak disuruh bubar begitu saja oleh penyebar agama Islam dahulu. Jika sebaliknya yang terjadi, maka entah seperti apa lagi Islam di mata masyarakat non-Islam dahulu hingga sekarang. Maka dari itu, masyarakat non-Islam yang berkumpul ketika ada acara kematian itu diubah melalui pendekatan pengaplikasian dengan nilai-nilai keislaman sebagai dakwah yang paling jitu dan tidak harus merusak yang sudah ada. Hingga akhirnya acara itu bernilai sebagaimana yang diamanatkan oleh syariat Islam.

Buku Tahlil Bid’ah Hasanah ini tak lain merupakan rasionalisasi dan penalaran dengan menggunakan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan al-Hadits mengenai acara tahlilan yang sering diharamkan oleh kalangan non-Nahdliyyin. Pemantapan pemahaman mengenai tradisi, kedamaian, dan eksistensi Islam itu sendiri disuguhi dengan beraneka dalil yang cukup jelas. Bagi mereka yang mengerti metode penyebaran Islam, silakan melihat sejarah tentang penyebaran Islam dan bagaimana Islam ketika itu. Tentunya dengan sifatnya yang fleksibel Islam mampu masuk ke Indonesia. Dengan fleksibelitasnya pula penyebaran Islam di Nusantara ini tidak harus banyak menumpahkan darah seperti. [nu online]


SUARA-MUSLIM.COM ~ Kisah ini diceritakan oleh salah satu jamaah Majelis Rasulullah Saw (MR) Jakarta. Bahwa ada salah seorang jamaah yang saudara wanitanya kemasukan jin pada hari Senin malam. Jin itu bersikuat tidak mau pergi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengusir jin itu dari diri si wanita. Namun tak ada satu pun yang berhasil mengeluarkan jin itu dari diri saudara wanitanya. Salah seorang jamaah Majelis Rasulullah lainnya menawarkan agar saudara wanita itu dibawa ke rumahnya besok pagi untuk dilakukan upaya pengusiran jin dengan melakukan pembacaan ratib, maulid dan dzikir bersama teman-teman Majelis Rasulullah Saw. lainnya.

Keesokan harinya, sekitar pukul 10.00 pagi, setelah jamaah MR dan saudari wanitanya tiba di rumah salah seorang sahabat, wanita itu tidak mau masuk ke dalam karena ternyata di ruangan itu terdapat foto-foto ‘arif billah diantaranya, al-Habib Ali bin Husein Alattas (Habib Ali Bungur ) sertaal-Habib Umar bin Hafidz.

Setelah dipaksa untuk masuk dan menuju lantai atas, tiba-tiba wanita itu berteriak kepanasan ketika melihat foto al-Habib Ali bin Husein Alattas. Wanita itu memalingkan wajahnya dari foto sang Habib.

Salah seorang jamaah segera melantunkan qashidah Syaikh Abubakar bin Salim. Spontan wanita itu mengamuk dan berteriak-teriak: “Panas… panas… panas...” Terlihat wajah wanita itu memerah seperti terbakar dan ia segera berdiri hendak keluar meninggalkan ruangan. Namun di depan pintu keluar terpajang foto guru mulia al-Habib Umar bin Hafidz.

Tiba-tiba si wanita yang telah kesurupan ini melakukan gerakan menendang pintu padahal pintunya masih jauh. Salah seorang jamaah yang bisa melihat jin, melihat kaki si jin jahat tersebut buntung dan wajahnya yang sebelah depan hangus terbakar, semakin tak karu-karuan.

Akhirnya seorang jamaah memaksa si wanita untuk duduk saja. “Kenapa Anda tidak mau keluar dari tubuh si wanita ini?” tanya seorang sahabat.

“Aku takut dibunuh!” kata si wanita.

“Oleh siapa?” tanya sahabat.

“Raja jin jahat yang selalu mengejar-ngejar saya.” kata si wanita.

“Masuklah Islam agar kau selamat. Ucapkanlah Asyhadu an lailaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah.”

Alhamdulillah si jin yang telah merasuki wanita itu mau mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun tiba-tiba jin lelaki jahat yang ingin membunuhnya mendekati, lalu sahabat MR berkata: “Ucapkan dan ikuti.”

Lalu sahabat dan teman-teman yang hadir membaca Ayat Kursiy untuk mengusir jin lelaki jahat yang ingin membunuhnya itu.

Rupanya, setelah jin yang merasuki wanita itu masuk Islam, ia kini bisa melihat foto al-Habib Ali Bungur dan al-Habib Umar bin Hafidz. Tanpa merasa kepanasan lagi dan begitupun si wanita itu kini bisa melihat poster-poster yang ada di ruangan tersebut, ia bisa melihatnya dan tidak takut kepanasan dan terbakar lagi.

Namun ketika ia melihat poster foto al-Habib Ali Bungur ia berkata: “Di foto tersebut di belakang al-Habib Ali di luar jendela ada banyak jin-jin Muslim yang ikut berebutan ingin dekat dan melihat al-Habib Ali.”

Subhanallah... hamba memang melihat foto al-Habib Ali Bungur namun di foto tersebut secara kasat mata tidak tampak adanya jin-jin di belakang jendela, hanya jeruji jendela. Namun rupanya jin yang memang sebangsanya bisa melihatnya.

Penasaran dengan ucapan si wanita, maka sahabat MR mengambil foto Habibana Mundzir bin Fuad al-Musawa, lalu ia sodorkan kepada si wanita yang kesurupan jin itu. Setelah melihat foto Habibana Mundzir bin Fuad al-Musawa, wanita yang kesurupan itu berkata: “Nahhh... ini dia orangnya yang menyebabkan saya terpental ke Pasar Minggu. Ini nih pimpinan Majelis Rasulullah di Masjid Almunawar Pancoran.”

Sahabat MR bertanya: “Memang bagaimana ceritanya?”

Lalu si wanita yang masih kesurupan jin yang telah masuk Islam itu bercerita: “Dahulu rumah saya di Pancoran di pohon yang itu. Lalu suatu ketika saya sedang asyik- asyiknya santai tiba-tiba ada seberkas sinar yang terang. Lalu saya terpental jauh. Saya mau pulang tapi tidak tahu jalan. Akhirnya saya tersesat di Pasar Minggu, lalu saya masuk ke dalam tubuh wanita ini.”

Memang benar, rumah wanita yang kesurupan itu di Pasar Minggu. Sahabat MR berkata: “Sekarang engkau telah Islam, jin lelaki jahat yang mengejarmu untuk membunuhmu telah menghilang. Sekarang ini di Mampang, Masjid Almunawar Pancoran dekat dari sini. Sekarang keluarlah dari tubuh wanita ini”, sambil ia menunjukkan arah ke Masjid Almunawar Pancoran.

Maka keluarlah jin yang telah masuk Islam ini dari tubuh si wanita. Salah seorang sahabat MR yang Allah beri kemampuan melihat jin, berkata: “Jin yang tadi merasuki wanita itu adalah sosok jin wanita yang baunya sangat busuk dengan muka yang sudah sangat hangus terbakar, kulit terbakar, kakinya buntung sebelah akibat menendang Guru Mulia al-Habib Umar bin Hafidz.”

Semoga kisah ini bisa memberi hikmah dan manfaat kepada kita, serta dapat meningkatkan rasa hormat dan sayang kita kepada para guru-guru mulia. Aamiin.

Redaktur : Sya'roni
Resensi Buku

Syahdan, ketika Nabi Isa as berjalan bersama para hawariyyin (sahabat), hingga mereka melewati satu jalanan. Mereka melihat bangkai anjing yg telah mati berhari-hari.

Sahabat yang satu mengatakan, "Betapa busuknya anjing ini." Ada pula yang berkata, "Betapa rusaknya mayatnya." Satunya lagi mengatakan, "Lihat betapa jeleknya rupanya.” Mereka mencela bangkai itu.

“Namun, apa kata Nabi Isa as? Betapa putih dan rapi giginya,"

Itulah sepenggal kisah yang terdapat dalam buku baru Secangkir Kopi Hikmah, yang ditulis oleh pengasuh Majelis Ar-Raudhah, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus Solo.

Habib Noval meluncurkan buku terbarunya, bertepatan dengan acara peresmian gedung Markas Besar Majelis Ar-Raudhah, di Jalan Dewutan No 112 RT 01 RW 16 Semanggi Pasar Kliwon Solo, Rabu (21/8) lalu. Ribuan jamaah menghadiri kegiatan tersebut.

“Semua yang tercipta akan tampak buruk jika kita melihat sisi buruk (negatif) nya.

Namun akan indah jika kita melihat sisi indah (positif) nya,” jelas Habib Noval.


“Berprasangka buruk akan slalu salah walau itu benar, dan prasangka baik itu selalu benar walau itu salah,” imbuhnya.

[abu umar/ nu online]

SUARA-MUSLIM.COM, Kendal ~ Semangat jihad yang menggebu-gebu sebagian umat Islam harus diimbangi dengan pemahaman agama yang memadai. Keseimbangan antara keduanya diperlukan agar dakwah efektif dan tepat sasaran, tidak  justru menimbulkan masalah baru .

Demikian dikatakan ketua PWNU Jawa Tengah, DR. H. Abu Hafsin, MA saat memberikan taushiah dalam acara Halal Bihalal dan Temu Potensi Kader NU di Pendopo Kabupaten Kendal, pada Ahad(25/8).

Dikatakan Abu Hafsin keseimbangan antara semangat jihad dengan pemahaman agama sangat dibutuhkan agar tidak terjadi pemahaman yang salah tentang jihad itu sendiri. Oleh karenanya Nahdlatul Ulama sebagai ormas yang konsisten memperjuangkan Aswaja selalu memperhatikan nilai-nilai  tawasuth, tasamuh dan i’tidal  yang menjadi landasan berpijak dalam berdakwah.

“Jangan sampai ketika terdengar teriakan Allahu Akbar kemudian diiringi dengan suara kaca pecah,” tegasnya, disambut tawa hadirin.

Lebih lanjut Abu Hafsin mencontohkan bagaimana KH Hasyim Asy’ari   mengobarkan semangat jihad kepada para santri dan rakyat Surabaya untuk melawan pejajah. Menurutnya dalam peristiwa itu menunjukkan bagaimana tingginya nasionalisme KH. Hasyim Asy’ari kepada negara ini. 

“Meskipun beliau tahu bahwa Indonesia bukanlah negara Islam, namun ia bersama dengan santri dan rakyat Surabaya rela mempertaruhkan jiwa raganya demi untuk membela tanah tumpah darahnya,” simpulnya.

Ia menambahkan, kelenturan dakwah yang dilakukan NU telah berhasil. NU bisa bertahan sampai saat ini dan bahkan bertambah semakin besar serta membawa berkah bagi bangsa Indonesia. Oleh karenanya ia berharap kebesaran NU harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.

Sementara itu Ketua PC NU Kendal KH. Muhammad Danial Royyan berharap para kader NU yang tersebar di berbagai lini kehidupan baik ekonomi, politik mapun pendidikan bahu membahu untuk membesarkan NU di Kendal dan saling membantu  satu sama yang lain. 

[au/ nu online]
 
Syi'ah itu pengkhianat Ahlul Bait, karena mengaku pengikut ahlul bait namun bertentangan dengan ajaran ahlul bait.


SUARA-MUSLIM.COM -- Menanggapi pertanyaan dari salah satu pengunjung website resmi Majelis Rasulullah SAW, majelis yang dipimpinnya, Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa  meguraikan tentang apa itu syi'ah dan siapa 12 imam Syi'ah yang mereka agungkan itu. Berikut adalah jawaban beliau:

Cahaya anugerah Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dan keluarga,

Saudaraku yg kumuliakan,

mengenai pendapat kita ahlussunnah waljamaah bahwa 12 Imam yg diakui oleh syiah bukanlah merupakan kemungkaran, namun kita tak mengakui bahwa Imam Imam kita hanyalah 12 orang saja, para penerus risalah dan para Muhaddits dan Mujtahid banyak yg diakui sebagai imam dan tidak mesti dari ahlulbait,

dan kaum syiah mempunyai kelemahan dalam hal ini, karena mereka menobatkan 12 imam pilihan mereka hanya dari keturunan Ahlulbait, justru disana terdapat kelemahan yg nyata karena mereka hanya mengambil Imam Imam tsb dari keturunan Husein bin Ali kw, jika mereka menganggap 12 imam itu hanya dari Ahlulbait maka mengapa tak satupun mengambil dari keturunan Hasan bin Ali kw?,

karena Ahlulbait Rasul saw tentunya juga dari keturunan hasan bin Ali kw bahkan sayyidina hasan lebih dekat pada Rasul saw sebagai mansabah karena ia adalah kakak dari Sayyidina Husein ra.

maka kita melihat bahwa syiah sebenarnya hanya membesarkan keturunan ratu persia mereka, bukan ahlulbait Rasul saw, karena putri persia dinikahi oleh husein bin Ali kw, maka mereka memilih keturunan ratu persia dari Sayyidina Husein ra sebagai 12 imam.

kedudukan hadits itu dhoif dan tidak bisa dijadikan dalil, dan Imam Mahdi itu munculnya adalah setelah turunnya Isa bin Maryam as, bukan telah lahir masa lalu, kemudian bersembunyi di goa lalu orang syiah memanggil manggilnya dari lobang goa, ini adalah hal yg dungu.

dan imam imam kita bukan hanya 12, tapi keturunan Imam Hasan pun banyak yg menjadi Imam, yaitu Al Imam Abdulqadir Jailaniy, dan banyak lagi.

dan yg dimaksud dalam hadits itu bukanlah imam panutan hanya 12 saja, karena Rasul saw tidak mengatakan bahwa Imam yg harus dipanut adalah hanya 12 saja.

namun hal yg aneh adalah orang syiah mengakui Imam 12 ini namun tak mencontoh akhlak mereka, karena tak satupun mereka itu pencaci, tak satupun dari Imam Imam Ahlulbait itu yg mengkafirkan orang muslim, atau melaknat orang muslim

Imam Ali Zainal Abidin melakukan shalat malam 1.000 rakaat setiap malamnya hingga digelari Assajjad (orang yg banyak bersujud), bibirnya suci dari melaknat orang lain, mereka adalah orang yg bermunajat dimalam hari,

Imam Thawus ra disuatu malam mendengar munajat Imam Ali zainal Abidin ra, ia berdoa dg suara Lirih dan tangis.. : "Abduka bifinaa'ik.., miskiinuka bifinaa'ik..., saa'iluka bifinaa'ik.., faqiiruka bifinaa'ik.." (hamba Mu diteras Istana Mu.., si miskin di teras istana Mu.., si faqir di teras istana Mu.., si pengemis diteras istana Mu...)

Imam Thawus tak tahan mendengar doa itu, iapun pergi, dan berkata : tidaklah aku ditimpa kesulitan dan aku berdoa dg doa itu kecuali Allah mengangkat kesusahanku.

Imam Jakfar Shadiq ra meriwayatkan bahwa ia mendengar ayahnya (Muhammad Albaqir ra) bermunajat disuatu malam : "Amartaniy fala a'tamir.., wanahaytaniy falaa anzajir.., Haa ana abdun bayna yadayka muqirrun bindzanbiy, falaa a'tadzir..."
(Engkau memerintahku namun aku tak mampu melaksanakan kesemuanya, Engkau melarangku dan aku tak mampu menghindari kesemuanya.., inilah aku hamba dihadapan Mu, mengaku dengan dosa dan kesalahan dan aku tak mampu berkilah.."

inilah akhlak ahlulbait, inilah Imam Imam ahlulbayt, inilah doa dan kesucian jiwa mereka, demi Allah mereka bukan pencaci, dan tak pernah mengajarkan caci maki..

jelaslah sudah yg saya maksud bahwa orang syiah hanya mengagungkan keturunan ratu persia, bukan keturunan Imam Husein, karena jika mereka memuliakan keturunan Imam Husein maka mereka akan mengikuti akhlak mereka, mereka ini pengkhianat ahlulbait, karena mengaku pengikut ahlulbait namun bertentangan dengan ajaran ahlulbait.

kami ahlussunnah waljamaah mengikuti dan memuliakan Imam Imam, dari keturunan Imam Husein, dari keturunan Imam Hasan, dan Imam Imam selain ahlulbait yg berjalan bergandengan dg Ahlulbait, karena memang demikianlah agama yg benar. kami mencintai ahlulbait Nabi saw dan melestarikan ajarannya, beda dengan orang syiah yg mengaku cinta pada ahlulbait tapi merusak ajaran ahlulbait.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

Sumber: majelisrasulullah.org
SUARA-MUSLIM.COM -  Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U atau yang lebih akrab dipanggil Mahfud MD didalam jejaring sosial twitter-nya ditanya terkait sikapnya terhadap Hizbut Tahrir yang ingin mengganti Pancasila dan membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Menjawab pertanyaan tersebut, pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur itu menyatakan ketidak setujuannya, bahwa mainstream kaum Muslimin Indonesia, NU dan Muhammadiyah juga menolak.

"Sejak dulu saya tak setuju. Mainstream kaum muslimin Indonesia, NU dan Muhammadiyah, jg menolak. Tp itu urusan aparat.", jawabnya dalam akun twitternya.

Dalam tweet yang lain, Profesor yang juga pernah meraih sarjana sastra Arab ini mengatakan "Ketaksetujuan sy pd Khilafah sdh sy tulis dlm 1 buku sy & dlm Pengantar buku karya Dr.Ridwan ttg "Pemerintahan dlm Islam"."

Tanggal 3 sampai 5 Agustus 2013, Prof. Mahfud MD juga menulis tweet yang berkaitan dengan Khilafah sebagai berikut:
"Islam dihinakan oleh pemimpin yg dzalim, baik pemerintahan khilafah maupun demokrasi. Yg penting itu adalah pemerintah yang adil & amanah."

"Islam tak mewajibkan khilafah & tak mengharamkan demokrasi. Demokrasi tak wajib, khilafah tak haram. Pokoknya, pemimpin hrs adil & amanah."

Sumber: MuslimediaNews
SUARA-MUSLIM.COM, Demak ~ Rabu (22/8) kemarin Gerakan Pemuda Ansor, Banser, dan CBP mendatangi markas MTA di Kabupaten Demak. Namun sampai lokasi ternyata pimpinan dan anggota MTA sudah tidak ada di tempat.

Dilaporkan, Demak sebagai kota wali dan kota santri yang notabene berhaluan Aswaja mulai dimasuki golongan atau kelompok Islam garis keras yang bermarkas di Solo Jawa Tengah yakni Majjlis Tafsir Alqur’an (MTA).

Desa Dondong kecamatan Demak Kota merupakan markas MTA di Kabupaten Demak. Setelah mendapatkan laporan dari para tokoh dan warga sekitar tentang kegiatan MTA di Desa Dondong yang dianggap meresahkan warga sekitar, pengurus NU setempat langsung menginstruksikan Ansor dan Banser untuk segera bertindak tegas.

Segera setelah mendapatkan instruksi, GP Ansor, Banser, CBP dari kantor PCNU langsung menuju lokasi dengan membawa 300 an anggotanya dengan aksi damai. Namun karena pimpinan dan anggota MTA sudah tidak ada di tempat, akhirnya hanya terjadi dialog dengan aparat keamanan.

Ketua PC Ansor Demak H.Abdurrahman Kasdi selesai berdialog yang didampingi Kapolres Demak, Dandim, Kapolsek, Koramil Demak Kota, Ketua MWC NU Demak Kota ketua PC IPNU serta lurah Dondong ditengah tengah ratusan Banser, CBP dan warga sekitar yang bertempat di halaman masjid Mubarokah Desa Dondong menyampaikan bahwasannya NU, Ansor dan Banser menuntut agar MTA didesa tersebut dihentikan kegiatannya untuk selamanya dikarenakan kegiatan mereka dianggap meresahkan masyarakat sekitar yang sudah mapan dalam beribadah,

“Kami datang kesini atas laporan warga sini (Desa Dondong) , atas nama Nahdlatul Ulama kami minta kepada kepolisian agar kegiatan MTA disini dihentikan selamanya,” tuntut Abdurrahman.

Sementara itu kepala Satkorcab Banser Musta’in meminta kepada Kapolres Demak yang diwakili kasatintel Ruswiyanto agar pimpinan MTA Supardi dan anggotanya untuk bisa dipertemukan dengan Ansor dan Banser yang difasilitasi oleh Kapolres dengan melibatkan Kesbangpolinmas kabupaten Demak untuk bias mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dianggap meresahkan warga sekitar yang merasa terganggu dengan kegiatan mereka,paling lama 3 hari,

“Kami meminta pada bapak Kapolres Demak Supardi dan anggotanya harus dipertemukan dengan kami untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya yaitu menghentikan segala bentuk kegiatannya dikabupaten Demak, kami beri waktu 3 hari,” tegas Mustain.

Ditempat yang sama Kapolres Demak melalui kasatintel Ruswiyanto berjanji ditengah tengah anggota banser dan warga sekitar untuk bisa memanggil dan berdialog antara MTA, NU, Ansor dan Banser,

“Karena sekarang pimpinan MTA pak Supardi tidak ada ditempat kami berjanji maksimal tiga hari untuk bisa mempertemukan Supardi dan anggotanya untuk diajak dialog dengan NU dan Ansor,” jelas Ruswiyanto

Sedangkan Sukarman yang juga tetangga dekat Supardi mengutarakan kalau kegiatan yang diselenggarakan MTA sangat mengganggu lingkungan dikarenakan keseharian selalu menyalakan radio yang dilangsungkan ke soundystem  dengan sengaja didengarkan kepada tetangga disamping itu sangat mengusik kegiatan beribadah warga yang sudah mapan, berdasarkan keterangannya pula pengikut didesanya hanya 4 kepala keluarga yang banyak adalah pendatang dari luar daerah dondong,

“Pengikut MTA dikampung ini hanya empat keluarga saja, justru kegiatan pengajian didatangi oleh banyak orang dari luar daerah namun kegiatannya sangat mengganggu lingkungan” kata Sukarman.

Sumber: NU.or.id

SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta ~  Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku bersyukur Indonesia tidak dipimpin Muhammed Mursi, bekas Presiden Mesir yang digulingkan militernya sendiri.

"Salah satu hal yang menyebabkan kegaduhan di Mesir adalah tindakan bekas presidennya  yang kurang cakap membina hubungan dengan kelompok-kelompok yang tidak memilihnya," kata Dahlan, ketika menerima gelar kehormatan dari masyarakat Dayak di Kalimantan Timur, Rabu 21 Agustus 2013.

"Karena Mursi dipilih oleh 51 persen (suara), maka sebenarnya ada 49 persen yang tidak setuju. Seharusnya kelompok ini juga diayomi," kata Dahlan seperti  disampaikan Juru Bicara Kementerian Faisal Halimi kepada wartawan.

Lebih jauh, Dahlan menegaskan bahwa Indonesia beruntung punya presiden yang bisa mengayomi semua pihak."SBY sangat sabar dalam mengayomi semua kelompok termasuk semua partai politik," katanya.

Dia mengakui, sikap SBY itu menimbulkan kesan bahwa Presiden lemah dan lamban mengambil keputusan. "Tapi itu perlu untuk menjaga keutuhan dan mengawal perubahan dengan baik. Kalau kita tidak mau seperti Mesir," katanya.

Hari ini Dahlan mendapat gelar Uluy Inga dari masyarakat Dayak Kalimantan Timur. Gelar Uluy Inga diserahkan oleh Ketua Adat Dayak Edy Gunawan. Uluy Inga artinya seorang pemimpin yang selalu memimpin dengan senyum dan membuat masyarakat lebih baik.


Redaktur : AU
Sumber: Tempo.co

SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Kementerian Dalam Negeri Mesir mengumumkan penangkapan Dr. Hasan Al-Barnas, salah satu pimpinan Ikhwanul Muslimin yang juga Mantan Gubernur Alexandria. Pihak Keamanan Mesir menangkap Al Barnas di sebuah apartemen di Nasr City, Kamis petang (22/8/2013)

Al Barnas yang juga mantan anggota parlemen dari Partai Huriyah wa al-'Adalah (Kebebasan dan Keadilan) termasuk dalam daftar orang-orang yang menjadi target penangkapan Pihak Keamanan. Ia dianggap telah melakukan hasutan terkait insiden El Qaed Ibrahim di Alexandria yang menyebabkan jatuhnya korban.

Aparat keamanan Mesir selama beberapa terakhir menangkap sejumlah tokoh Ikhwanul Muslimin yang dianggap terlibat dalam insiden kekerasan, diataranya Mursyid 'Am IM Dr. Muhammaed Badie', wakil ketua IM Khairat al-Syathir dan sebagainya. 

Sumber: MuslimediaNews

SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Portal berita Elwatan News melansir sebuah kabar penangkapan Tokoh Ikhwanul Muslimin Mushtofa Thahir Al-Ghanimi, anggota Maktab al-Irshad dan Mas-ul Ikhwanul Muslimin. Ia ditangkap didalam apartemennya di Nasr City, pada Kamis (22/8/2013).

Sebelumnya, juru bicara resmi Ikhwanul Muslimin juga ditangkap di Nasr City. (baca: Ahmad Arif, Juru Bicara Ikhwanul Muslimin Ditangkap di Nasr City).

Pemerintah Mesir gencar melakukan penangkapan terhadap tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin. Diantara yang sudah tertangkap adalah Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin Dr. Muhamamd Badie' yang ditangkap di wilayah Rabe'ah El Adawiyah (20/8/2013). (baca: Tokoh dan Pengusaha Ikhwanul Muslimin Juga Ditangkap)

Penangkapan terhadap pimpinan IM Muhammad Badi' itu mendapat kecaman dari Amerika Serikat. Gedung Putih mengatakan penangkapan itu bertolak belakang dengan komentar-komentar militer untuk mendorong suatuproses politik inklusif. Sebagaimana diberitakan oleh Republika (21/8/2013).

Sumber: Muslimedianews

SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Pihak Keamanan Mesir menangkap Ahmad Arifjuru bicara resmi Ikhwanul Muslimin. Ia ditangkap pada dini hari, Kamis (22/8/2013)di sebuah apartemen di Nasr City.

Sumber keamanan juga mengatakan bahwa penangkapan Arif setelah menerima laporan dari dinas keamanan terkait persembunyiannya di jalanAbbas al-'Aqqad di Kota Nasr (Nasr City).


Berita penangkatan Ahmad Arif juga dilansir di situs resmi Partai Hurriyah wal 'Adalah (Kebebasan dan Keadilan), sayap politik Ikhwanul Muslimin.

Foto-foto penangkapan Ahmad Arif disebar dihalaman facebook "Asy-Syurthah al-Mishriyyah (Polisi Mesir)", namun halaman tersebut bukanlah halaman resmi. Foto-Foto penangkapan itu juga banyak dimuat di Al Marsy Al Yaoum.


Sumber: alarabiya via Muslimedianews
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Moeldoko-- (Foto: MetroTVNews.com)

SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta: Sejumlah teror terhadap anggota Polri yang santer terjadi belakangan ini turut menjadi perhatian TNI AD. 

Hal itu disampaikan KSAD Jenderal Moeldoko saat ditemui dalam acara Karya Bhakti Pembersihan Ciliwung, Jakarta, Rabu (14/8). Pihaknya menyatakan akan turut membantu menjaga dan memelihara keamanan anggota kepolisian karena sudah merupakan tradisi antara TNI dan Polri untuk saling menjaga.

"Kita sudah tradisi, antara TNI dan Polri saling menjaga dan memelihara," jelas Moeldoko.

Pihaknya juga tidak tinggal diam jika ada anggota kepolisian yang diteror. Dukungan konkret TNI kepada Polri diwujudkan baik secara perorangan maupun melalui kantor.

"Bentuk konkretnya, misalnya kalau Pangdam, atau Darem di lapangan kalau kunjungan ke daerah-daerah pasti akan melakukan kunjungan ke kantor polri, pasti itu dan sudah tradisi," tutup Moeldoko. 

Sumber: metrotvnews

(Foto: pekanbaru.co)

SUARA-MUSLIM.COM, Surabaya ~ Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyerahkan data terkait dengan keberadaan 12 yayasan berpaham radikal kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti.


"Kami telah merekomendasikan ke-12 yayasan itu agar dipantau gerakannya, bahkan sebaiknya dibubarkan saja," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj setelah melantik kepengurusan PWNU Jatim 2013--2018 di Surabaya, Kamis.


Dalam pelantikan pengurus baru yang dirangkai dengan halalbihalal bersama pengurus NU se-Jatim itu, dia menjelaskan bahwa ke-12 yayasan itu tersebar di beberapa daerah di Indonesia.


"Ada di Surabaya, Cirebon, Bondowoso, Bogor, Makassar, Bandar Lampung, Mataram, Jakarta, dan Sukabumi," katanya.


Menurut dia, ke-12 yayasan tersebut mengajarkan aliran Wahabi yang sebenarnya bukan teroris, tapi radikal. Akan tetapi, bila diartikan secara salah, justru bisa mengarah kepada teroris.


"Wahabinya bukan teroris, tetapi ajarannya yang radikal itu jika dipoles sedikit bisa mengarah ke teroris. Buktinya, pentolan teroris di Indonesia bersumber dari situ semua," katanya.


Selain menyerahkan data-data itu kepada Pemerintah, PBNU juga telah menginstruksikan kepada semua pengurus NU dari ranting, cabang, hingga wilayah untuk mewaspadai aliran itu.


"Kita hanya bisa menjaga agar warga NU, terutama anak-anak muda agar tidak tertarik kepada mereka. Itu yang akan kita jaga dengan memberi pemahaman yang benar," katanya.


Ditanya validitas data ajaran ke-12 yayasan yang bisa mengarah kepada teroris, dia menjamin data yang dimiliki PBNU adalah valid. "Masak, saya asal ngomong, ya, tentu ada datanya," katanya.


Dalam acara yang tidak dihadiri satu pun dari Cagub Jatim itu, dia mengatakan bahwa PBNU akan selalu mendukung langkah Pemerintah untuk memerangi aksi teroris di Indonesia.


"Teroris itu harus kita lawan, teroris itu musuh kita bersama, bahkan kita sudah berpesan kepada Presiden agar tidak takut membubarkan ormas radikal. Kita (PBNU) selalu di belakang Pemerintah untuk urusan ini," katanya.

Sumber: antaranews
Copyright © Suara Muslim Publisher By Free Templates