Kamis, 06 April 2017

Gus Ishom: Pemerintah Kudu Tegas Tindak Ormas Anti Pancasila dan NKRI!

Bangsa Indonesia memiliki Keberagaman, adalah Sunnatullah. Keberagaman serta perbedaan antar elemen bangsa ini sepakat untuk hidup berdampingan dalam mewujudkan suatu negara kesatuan. Terwujudnya NKRI merupakan hasil perjuangan ikhlas para pahlawan bangsa dan juga ulama yang mendahului kita.

Itulah yang dikatakan oleh Rais Syuriah PBNU Kiai Ahmad Ishomuddin atau yang akrab dipanggil Gus Ishom Rabu (4/4).

Beliau menegaskan bahwa NKRI berdiri tegak dengan tujuan untuk menjadi wadah besar bersama masyarakat Indonesia yang beranekaragam baik dari suku, agama, bahasa, dan budaya. Hal ini sudah menjadi kewajiban bagi semua elemen bangsa untuk mempertahankan dan memperkuat keutuhan NKRI.

Damai dalam kebergaman ini wajib terus dipertahankan serta ketika ada langkah dan upaya munculnya gerakan yang mengancam keutuhan NKRI, maka harus diwaspadai dan ditangkal oleh seluruh elemen bangsa. Hal demikian akan menimbulkan kerusakan atau mafsadah yang besar yang memicu perpecahan umat dan bangsa.

Salah satu gerakan yang sudah nyata-nyata mengarah pada benih-benih perpecahan NKRI ialah organisasi yang getol menyuarakan sistem khilafah. Nahdlatul Ulama mulai dari tingkat pusat hingga ranting dan juga Banom (Badan Otonom) NU harus mewaspadai faham khilafah yang semakin hari semakin gencar didengungkan oleh ormas itu dengan menghalalkan berbagai cara.

"Saya mendukung upaya GP Ansor yang telah berkoordinasi dengan pihak-pihak kepolisian dengan menghadang kegiatan mereka yang telah jelas-jelas mengkampanyekan khilafah dan anti-Pancasila seperti yang terjadi di Semarang, Surabaya dan Tulungagung," ujar Gus Ishom.

Gus Ishom juga mengingatkan kembali bahwa bahwa empat pilar yang saat ini sering disosialisasikan oleh MPR yaitu NKRI, Pancasila UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan alat pemersatu bangsa yang telah terbukti dalam menyatukan keberagaman bangsa Indonesia.

"Alhamdulillah, kita hidup serta tinggal di Indonesia dengan aman sehingga dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing,  berbeda dengan negara Timur Tengah atau beberapa negara Arab di sana yang terus menerus dilanda konflik. Janganlah menjadi bangsa watak pasir, yang sulit disatukan karena tidak ada semen yang menyatukan. Kita semestinya bersyukur masih ada yang menyatukan kita yaitu Bhinneka Tunggal Ika," imbuhnya.

Oleh karena itu maka Gus Ishom meminta Pemerintah Republik Indonesia supaya menindak tegas ormas ataupun oknum dan pergerakan apa pun yang mengkampanyekan anti-Pancasila dan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(nuO/SM)

Related Posts

Gus Ishom: Pemerintah Kudu Tegas Tindak Ormas Anti Pancasila dan NKRI!
4/ 5
Oleh