Kamis, 27 April 2017

Habib Luthfi: Banser Jangan Setengah-setengah Menjaga NKRI

MusliModerat.net - Ra’is ‘Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an-Nahdiyah PB NU, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi, memberi wejangan khusus untuk para kader Ansor dan Banser.
Habib Luthfi menuturkan, Ansor Banser harus bersungguh-sungguh dalam berorganisasi. Tidak Boleh main-main atau guyonan dalam berorganisasi. Karena saat ini Ansor dan Banser adalah garda terdepan dalam menjaga NKRI dan menjaga paham Aswaja annahdliyah.
“Ansor Banser harus sungguh-sungguh berorganisasi, tidak boleh main-main, tidak boleh setengah-setengah, karena Ansor dan Banser garda terdepan menjaga NKRI, menjaga paham Aswaja an-nahdliyah,” tutur Habib Luthfi melalui Kasatkorwil Banser Jawa Tengah, DR Hasyim Asyari, di sela rangkaian kegiatan Kemah Bakti II 2017 PW GP Ansor Jateng.
Dalam kemah bakti dalam rangka Harlah GP Ansor ke 83 diikuti 3.000 kader dari seluruh penjuru Jawa Tengah. Selama tiga hari para kader Ansor Banser mengikuti serangkaian acara, antara lain, lomba film layanan masyarakat, profil cabang, PBB, Proposal Bisnis, Cerdas Cermat, dan mengikuti pagelaran Ansor Bersholawat.
Sebagai puncaknya, dilakukan apel kesetiaan NKRI dan Pancasila.
“Ansor lahir tahun 1934 atau sebelum republic ini berdiri. Maka Maka konsekuensinya Ansor Banser memiliki tanggungjawab untuk menjaga perjuangan ulama yang susah payah mendirikan dan memperjuangkan kemerdekaan republik ini,” kata Kasatkorwil Banser Jateng, DR Hasyim Asyari saat menjadi Inspektur Apel Kesetiaan NKRI Senin (24/4/2017).
Ia menjelaskan, Kemah Bakti ini merupakan yang kedua setelah yang pertama digelar di Kabupaten Semarang 2016 lalu. Kegiatan ini selain ajang silaturahmi antar kader, juga sebagai ajan untuk konsolidasi.
Di dalamnya terdapat kegiatan lomba-lomba untuk memeriksa keterampilan dan keahlian para kader.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang hadir dalam pembukaan Kemah Bakti Harlah GP Ansor, mengapresiasi semangat kebangsaan Pemuda Ansor.
”Perang sekarang ini sudah berubah dengan gadget, narkoba, pornografi dan hoax yang fitnahnya luar biasa. Setelah kegiatan ini harus ada yang direnungkan bersama dan dilaksanakan. Terlibat dalam pengawal persoalan kebangsaan,”kata Ganjar.
Dalam acara pembukaan, Sabtu (22/4/2017) juga dihadiri Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Quomas, Anggota DPD RI Achmad Muqowam, dan Ketua PWNU Jateng Dr Abu Hapsin.
Dalam acara tersebut, Abu Hapsin mengatakan “An-Nahdliyah itu penting karena sekarang banyak Ormas yang mengku Sunni bahkan ISIS saja mengaku Aswaja. Maka jangan sampai keliru, maka ini perlu ditambah an-Nahdliyah sebagai penanda bahwa ini telah menyelamatkan Nahdliyin dan bangsa Indonsia dari perpecahan,” tuturnya.(Sho/Hud/ansorjateng.net)

Related Posts

Habib Luthfi: Banser Jangan Setengah-setengah Menjaga NKRI
4/ 5
Oleh