Kamis, 06 April 2017

Ketua MUI : Jangan Demo-demo Terus, Ayo Perkuat Ekonomi!

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin mengajak supaya umat untuk menyudahi demo. Beliau meminta supaya energi umat Islam ketika demo berjilid-jilid itu dialihkan untuk memperkuat ekonomi bangsa yang lebih bermanfaat.

"Jadi semangat yang ada sekarang itu semangat 212, kemudian energi 212 itu sekarang kita alihkan menjadi gerakan ekonomi. Jangan demo terus, sudah selesai lah demo itu, tapi ekonominya kita perkuat," tutur Ma'ruf Amin ketika membuka acara rapat kerja nasional LPPOM MUI yang bertempat di Hotel Royal Pajajaran, Bogor, Rabu (5/4/2017).

"saat ini kita majukan lagi, tidak hanya sertifikasi halal, mensyariahkan ekonomi, kita juga sekarang akan mengembangkan bisnisnya, dan sudah mulai saat ini. Oleh karena itu kegiatan-kegiatan ekonomi umat Islam ini akan kita dorong supaya bisa lebih praktis kegiatannya," imbuhnya.

Menurut KH Ma'ruf Amin,yang juga Rais Aam PBNU, peranan MUI dalam perilaku kehidupan berbangsa dan bernegara bukan saja melulu masalah keagamaan serta masalah umat, akan tetapi bagaimana membangun ekonomi masyarakat, dan membangun politik dalam bernegara.

Kemudian terkait ekonomi, Ma'ruf mengatakan MUI dalam usaha untuk merubah sistem ekonomi lama yang lebih berpihak kepada pengusaha konglomerat. "Jadi gerakan yang akan kita bangun itu "arus baru ekonomi indonesia". Sehingga arus ekonomi Indonesia nanti akan kita balik, dari sistem yang kemarin, kita balik supaya pemerintah RI berpihak pada para pengusaha lemah dalam rangka menghilangkan kesenjangan antara kelompok-kelompok pengusaha," tambah Ma'ruf.

Untuk itu dalam waktu dekat ini MUI akan mengadakan Kongres Ekonomi Umat yang bertempat di Jakarta. Kongres ini juga rencananya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi dan merupakan sarana untuk melaksanakan sinergi dan koordinasi antar pengusaha di Indonesia.

"Forum ini kita sebut dengan Kongres Ekonomi Umat. Kongres ini akan diselenggarakan di Jakarta, akan dihadiri oleh banyak kelompok masyarakat. Kita akan membahas berbagai masalah yang ada, termasuk regulasi. Kita harap itu bisa dilaksakanan setelah Pilkada, artinya supaya tidak berbau Pilkada, tidak perlu itu," katanya.

"Presiden Jokowi juga sudah mengetahui ini, dan semoga beliau nanti yang akan membuka kongres ini," imbuhnya.

Dalam sambutannya, Ma'ruf juga sempat menyampaikan hasil diskusi Beliau dengan Presiden Joko Widodo pada beberapa waktu yang lalu. Dalam diskusi tersebut, Presiden Jokowi telah "merebut" aset tanah konglomerat yang tidak tergarap.

"Salah satu yang dikemukaan oleh Presiden itu ialah, presiden Jokowi akan meredistribusi aset, jadi tanah yang tidak tergarap oleh konglomerat itu akan diambil oleh Presiden. Dan yang saat ini sudah ada di tangan Presiden itu ada 12,7 juta hektar, dan ini akan dibagi ke masyarakat, pesantren dan koperasi," ujar Ma'ruf.

"Tapi presiden akan memberikan tanah itu apabila siap digarap, tidak boleh kalau akan dijual lagi. Banyak tanah-tanah itu yang berada di daerah, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Sedangkan di Jawa sudah tidak ada," ujarnya.
(detik/SM)

Related Posts

Ketua MUI : Jangan Demo-demo Terus, Ayo Perkuat Ekonomi!
4/ 5
Oleh