Selasa, 30 Mei 2017

KH Idris Marzuqi: Santri Lirboyo jangan Ikut Ormas Selain NU

MusliModerat.net - Pesan Almarhum Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Almaghfurlah KH. A. Idris Marzuqi bin KH. Marzuqi Dahlan: “Santri Lirboyo ampun ngantos nderek ormas sak lintunipun jam’iyyah NU” (Santri Lirboyo jangan sampai mengikuti ormas selain jam’iyyah NU).

Salah seorang santri Lirboyo, bernama akun fb Gojehlavana Ngajirogo Majnun Lihubbillah, mengatakan: Saya hanya menyampaikan wejangan langsung dari KH. A. Idris Marzuqi (Pengasuh PP Lirboyo), yang ditujukan kepada semua orang yang masih ingin diakui sebagai dzurriyyah dan santrinya Mbah Sepuh Lirboyo (KH. Abdul Karim, KH. Marzuqi Dahlan dan KH. Makhrus Ali).

Jikalau tidak mau lagi diaku menjadi santri Lirboyo dan yang membantah serta tidak mempercayainya, maka silakan langsung sowan menghadap kepada KH. A. Idris Marzuqi Lirboyo atau Gus Bidin (Zainal Abidin, anak angkat Gus Maksum). Wejangan ini juga diamanahkan untuk:

1.    HIMASAL
2.    GASMI
3.    PAGAR NUSA
4.    ANSHOR
5.    BANSER
6.    BANOM NU
7.    MAJELIS RASULULLAH
8.    SYEKHERMANIA

Jika ada seseorang, yang mengatasnamakan Lirboyo, mengajak gabung ke ormas selain BANOM NU, berarti itu fitnah!

Pesan Kyai Idris di atas, menurut penuturan Gus Adib, awal mulanya dulu ada beberapa habib yang sowan kepada KH. Idris Marzuqi mengusulkan agar Lirboyo mengundang seorang habib yang terkesan keras dari Jakarta. Akhirnya KH. Idris mengutus Gus Bidin untuk meminta pertimbangan kepada Habib Mundzir al-Musawa. Dan ternyata Habib Mundzir sangat tidak rela kalau Pondok Lirboyo kedatangan habib itu, serta berharap Pondok Lirboyo konsisten seperti ini, berdakwah dengan hikmah dan mau’idzah al-hasanah. Karena mengingat latar belakang santri dan wali santri yang bermacam-macam. Dan seminggu setelahnya, Habib Mundzir wafat.

Maka ini merupakan wasiat dari Habib Mundzir yang sejalan dengan metode dakwah Pondok Lirboyo yang diwariskan oleh pendiri (KH. Abdul Karim). Dan saya yakin semua pondok dan majelis ta’lim punya metode dakwah masing-masing.

Bukankah para sahabat Nabi Saw. juga berbeda-beda dalam berdakwah, ada yang halus ada yang keras. Meskipun begitu, diantara beliau tidak ada yang saling menghujat dan tidak ada yang memaksakan metode dakwahnya agar diikuti yang lainnya. Nabi Saw. bersabda:

أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم
“Sahabat-sahabatku bagaikan bintang, kepada siapa saja kalian ikut, kalian akan mendapat petunjuk.”

Semoga sumbangan pemikiran yang kecil ini bisa membuat kita lebih semangat dalam berdakwah tanpa menghujat dan memaksakan kehendak. Kita hanya berikhtiar, Allah lah yang memberi hidayah. Allahumma aamin.

Sya’roni As-Samfuriy via muslimedianews.com

Related Posts

KH Idris Marzuqi: Santri Lirboyo jangan Ikut Ormas Selain NU
4/ 5
Oleh