Rabu, 31 Mei 2017

Meluruskan Kaum Sumbu Pendek yang Tak Paham Dawuh KH Said Aqil "Tonton porno Mendingan dari pada video provokatif"

MusliModerat.net - Sudah menjadi kebiasaan, tak hanya ekstrimis tapi juga kalangan Ahlussunnah wal Jama'ah, tatkala tidak mampu menolak suatu pemikiran dengan ilmiah maka yang akan diserang adalah tokoh penggagasnya. Munculkan isu yang masih buram, goreng isu yang remeh-temeh, luncurkan fitnah keji lagi mungkar.

Sejarah mencatat, dulu waktu Kyai Wahab menerima Nasakom tidak ada yang berhasil mematahkan argumentasinya. Beliau memang dikenal ahli fiqh sekaligus ahli dalam ilmu al-Bahts wa al-Munadzarah, sebuah ilmu yang sudah mulai langka. Bayangkan saja, saking pintarnya beliau bisa mengusulkan taktik pembebasan Irian Barat kepada Soekarno hanya dengan modal kitab Fathul Qarib. Hasilnya? Seperti sekarang ini, Irian Barat alias Papua ada dalam pelukan ibu pertiwi. Tapi apa yang dilakukan orang-orang? Mereka menyerang sosoknya, diisukan pertemuan Kyai dengan tokoh PKI. Muncul berita bahwa beliau melakukan transaksi di bawah meja dengan beberapa tokoh komunis. Wah, pokoknya seru! Gimana nggak seru, dulu Kyai Wahab dikabarkan wali sekarang katanya malah jadi kerak neraka.

Begitu juga Kyai Ahmad Siddiq saat menerima asas tunggal Pancasila. Seorang ahli fiqh kenamaan dari Jember ini mendadak hilang pamor hanya karena hasil ijtihadnya tidak bisa dibantah. Begitu pula Gus Dur, Kyai Hasyim, dan lainnya. Salah satunya adalah Kyai Said.

Kepandaiannya dalam bidang teologi mampu membungkam lawan bicara. Maklum beliau Fakultas Ushuluddin. Mulai dari Wahabi sampai Syiah digilas. Desertasi beliau menerangkan kesesatan Syiah dengan segala tafriq-nya didasari dengan 1000 refrensi kitab, sekarang malah dituduh Syiah. Aneh bin ajaib. Sebelum orang-orang yang teriak "Syiah bukan Islam!" itu ngeh dengan istilah Syiah, Kyai Said sudah nulis tentang Syiah ribuan halaman.

Belum lagi keahlian beliau dalam sejarah, fiqh, tafsir, dan juga tasawuf. Bagi kaum ekstrimis, ini sangat berbahaya. Kenapa berbahaya? Sebab beliau mampu membuka kesalahan dari pemikiran-pemikiran mereka, dan ini tidak boleh terjadi. Gimana caranya supaya tidak terjadi? Buat umat tidak percaya dulu dengan sosoknya, sehingga semua perkataannya tidak dipercaya walaupun benar dan ilmiah.

Banyak pemikiran cemerlang yang dihasilkan beliau, diantaranya Islam Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama, pengkaderan NU, dan lainnya. Mereka susah menggilas pemikiran-pemikiran ini. Tak ridla NU menjadi besar. Maka sosok pribadi beliau pun jadi sasaran.
Termasuk kejadian saat wartawan bertanya, "yang mana lebih baik, nonton film porno atau ceramah provokatif?"
Tentu saja naluri fiqh beliau jalan. Lazimnya santri pondok, pasti akan langsung mengingat kaidah-kaidah fiqh. Setidaknya empat kaidah berikut.
دفع أشد المفسدتين بأخفهما.
Saat seorang faqih jika dihadapkan dua pilihan mafsadat, maka ia boleh menolak mafsadat yang berat dengan mafsadat yang lebih ringan.
جواز دفع أغلظ الضررين بأخفهما.
Jika seorang faqih dihadapkan dua pilihan darurat, maka dibolehkan baginya memilih yang paling ringan dampaknya untuk menolak yang lebih berat berdasarkan ijtihad dalilnya.
ارتكاب أخف المفسدتين بترك أثقلهما.
Penggunaan mafsadat paling ringan harus diikuti dengan sikap meninggalkan mafsadat paling besar.
دفع أعظم المفسدتين باحتمال أيسرهما.
Metode meninggalkan mafsadat terbesar adalah dengan memilih yang lebih kecil.

Siapa pun yang ditanya dengan pertanyaan seperti itu pasti akan menjawab hal yang sama. Coba saja, keadaan cateris paribus dan hanya ada dua pilihan darurat: nonton porno atau ekstrimisme. Tentu yang akan ditolak yang lebih besar, yaitu ekstrimisme. Sebab ekstrimisme membahayakan dirinya dan juga orang lain. Mudah terpengaruh dan susah diobatinya. Beda dengan pilihan yang satunya, hanya membahayakan dirinya dan tidak secara masif membahayakan orang lain.
Apakah ini berarti sebaiknya sekarang kita nonton video porno saja? Tentu tidak, itu hanya pikiran orang gila. Itu hanya pilihan dalam sebuah pertanyaan fiqh. Masalah dlarurat hanya bisa diimplementasikan saat dlarurat itu muncul. Coba ingat kaidah fiqhnya dlaruriyahnya lagi.

Saya rasa demikian. Sekian dan terima kasih.

@adhlialqarni


Related Posts

Meluruskan Kaum Sumbu Pendek yang Tak Paham Dawuh KH Said Aqil "Tonton porno Mendingan dari pada video provokatif"
4/ 5
Oleh