Senin, 29 Mei 2017

Mubahalah itu Boleh, Asal tidak Lari dari Hukum

MusliModerat.net - Tantangan Mubahalah ramai beredar di medsos. Mari kita pahami agar tidak salah kaprah, yaitu salah yang dianggap lumrah. Mubahalah berasal dari suku kata ب ه ل yang artinya melaknat (لعنة)kemudian mengikuti wazan فاعل jadi باهل, menunjukkan adanya dua pelaku yang saling berhadapan, masyarakah, saling melaknat.
Mubahalah memohon laknat supaya menimpa salah satu dari yang bertikai. Menurut Ibn Hajar al-Haitami, Ibn Qayyim, dan Ibn Katsir mubahalah disyariatkan untuk membuktikan kebenaran dan melenyapkan kebatilan setelah beradu argumen. Sedangkan menurut Syeikh Shawi mubahalah tidak lagi disyariatkan setelah dilakukan oleh Rasulullah saw sebagaimana tertera dalam surat Al-Baqarah ayat 61.
Jika mengacu pada ulama yang memperbolehkan mubahalah, seperti di Amini oleh Maulana Habib Luthfi pada pengajian tadi malam, mubahalah dilakukan kepada non muslim menyangkut persoalan yang prinsip. Seperti di nyatakan Syeikh Sulaiman al-Jamal dalam Syarah tafsir Jalalain.

Coba simak penjelasan Ibn Qayyim berikut.
جاء في شرح قصيدة ابن القيم [ 1/37 ] : ( و أما حكم المباهلة فقد كتب بعض العلماء رسالة في شروطها المستنبطة من الكتاب و السنة و الآثار و كلام الأئمة ، و حاصل كلامه فيها أنها لا تجوز إلا في أمر مهم شرعاً وقَع فيه اشتباه و عناد لا يتيسر دفعه إلا بالمباهلة ، فيُشتَرط كونها بعد إقامة الحجة و السعي في إزالة الشبه و تقديم النصح و الإنذار و عدم نفع ذلك و مساس الضرورة إليها ) .
Pada baris ke 4, mubahalah dilakukan setelah beradu argumen, dan berusaha menunjukkan bukti-bukti atau fakta untuk menghilangkan kesalahpahaman. Demikian juga yang dilakukan oleh Rasulullah saw pada saat berdialog dengan Nasrani Najran, kemudian mubahalah setelah mereka menyerah Nabi melakukan rekonsiliasi dengan seruan untuk bersepakat pada titik temu yang disebut dalam ayat berikut nya dengan "kalimatun Sawa".
Jadi tidaklah tepat jika mubahalah menjadi pelarian dari sebuah kasus hukum. Jika mengacu pada Al-Quran, dan sunah Rasulullah saw maka hendaknya ikuti semua proses hukum, dan jika kalah di pengadilan untuk menunjukkan ia dipihak yang benar, jika memang terpaksa baru boleh melakukan mubahalah.
Namun demikian, mubahalah dalam kasus pribadi seperti itu tidak lah dianjurkan. Karena mubahalah disyariatkan dalam konteks dialog antar agama bukan untuk meruncingkan pertikaian sesama muslim.
Demikian semoga bisa dipahami.

Ahmad Tsauri.
Kediaman Habib Luthfi, 2 Ramadhan 1438 H.

Related Posts

Mubahalah itu Boleh, Asal tidak Lari dari Hukum
4/ 5
Oleh