Sabtu, 10 Juni 2017

Santri di Pasuruan Diringkus Polisi Karena Menghina Presiden dan Kapolri di Facebook


Polda Jawa Timur meringkus seorang santri yang berasal dari salah satu pesantren di Pasuruan Jawa Timur. Pria itu bernama Barhanudin, yang telah menghina Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan juga pejabat kepolisian lainnya dengan sebuah gambar yang diunggah di akun Facebook (FB) miliknya.

“Tersangka diamankan karena diduga menyebarkan kebencian terhadap pejabat negara Indonesia dan beberapa pejabat di Kepolisian Republik Indonesia,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (9/6/2017).
Burhanuddin mengupload meme-meme atau beberapa gambar yang telah berisikan tulisan-tulisan yang bernada penghinaan dalam akun FB miliknya. Hal itu dilakukannya pada beberapa waktu terakhir ini pada akun dengan bernama ‘Elluek Ngangenie’.

Dari beberapa meme yang telah dimuat oleh Burhanudin ini, menggambarkan ‘Presiden Jokowi yang sedang berada di sekitar tumpukan ban dan digambarkan sedang menambal ban dalam’. Dalam gambar tersebut juga telah dituliskan dengan keterangan.

Tidak hanya itu, pada gambar di akun facebook miliknya juga memperlihatkan gambar Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Kabid Humas Polda Metro Jaya. Dalam keterangan yang telah diberikan itu,dinilai kalau yang telah melakukan unggahan percakapan mesum antara Habib Rizieq dan Firza Husein. Dan masih ada beberapa meme-meme yang telah unggah oleh pemilik akun tersebut

Melihat kejadian ini, kemudian tim Cyber Crime, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim melakukan penelusuran akun FB tersebut. Kemudian pada Kamis (8/6/17), Burhanudin telah diringkus oleh polisi di Pasuruan. Untuk sekarang ini dia masih menjalani pemeriksaan dan di tahan.


“Tersangka dijerat dengan pelanggaran ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” ujarnya, sambil mengatakan kalau tidak menutup kemungkin adanya beberapa pihak lain yang juga telah melakukan unggahan meme dan gambar yang dinilai menghina pejabat negara.

“Saat ini tersangka diamankan dan ditahan di Ditreskrimsus, serta diperiksa lebih lanjut,” lanjutnya.
Barung mengharapkan, kepada masyaraka utuk berhati-hati dalam melakukan unggahan konten di FB dan media sosial lainnya, terlebih kepada beberapa konten yang dianggap menghina, menghujat kepada pihak tertentu.

“Penindakan hukum ini dilakukan sekaligus pembelajaran bagi masyarakat, agar menerapkan etika dalam bermedia sosial. Karena, apa yang disebarkan ini dibada dan lihat banyak orang,” pungkasnya.

.

Related Posts

Santri di Pasuruan Diringkus Polisi Karena Menghina Presiden dan Kapolri di Facebook
4/ 5
Oleh