Sabtu, 10 Juni 2017

Santri Penghina Presiden dan Kapolri Tak Punya Niat Menghina, Tapi Kok Unggah 7 Meme Hinaan dalam Sepekan?

SUARA-MUSLIM.COM - Burhanudin (21), salah satu santri Pondok Pesantren di Pasuruan yang diringkus polisi mengaku menyesali perbuatannya yang telah menyebarkan gambar meme menghina Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Polisi Tito melalui facebook miliknya.

Burhan ketika ditemui di rumahnya Desa Mangguna, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/6/2017), mengungkapkan permohonan maafnya pada semua pihak yang merasa dirugikan dalam unggahannya tersebut.

BACA JUGA: 

"Saya sangat menyesal, terutama untuk Pak Presiden. Saya tak punya niat menghina. Itu (meme) bukan saya yang buat, tapi hanya menyebarkan. Saya nggak bisa ngedit gambar-gambar seperti itu," kata Burhan.

Namun berdasarkan penelusuran suara-muslim.com, ditemukan setidaknya 7 (tujuh) meme atau gambar bertuliskan hinaan atau ujaran bernada kebencian beberapa pejabat tinggi Kepolisian dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Meme-meme tersebut diumbar melalui dinding facebook, setidaknya terlihat selama sepekan berturut-turut, sejak tanggal 2 Juni hingga 8 Juni 2017. Bagaimana mungkin tidak punya niat menghina kalau menunggahnya saja sampai 7 kali dalam sepekan?


Pada informasi data yang terlihat di dinding akun facebook ‘Elluek Ngangenie’ (kini telah dinonaktifkan -red) secara berurutan dapat diketahui hinaan-hinaan yang sengaja diupload oleh Burhanuddin :
  • 2 Juni pukul 11.02 pm, meme Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Kabid Humas Polda Metro Jaya dinilai merupakan pengupload chat fitnah mesum Habib Rizieq syihab;
  • 3 Juni pukul 4.50 pm, meme Presiden Jokowi, diantaranya bertuliskan “wajahmu memang PEMBOHONG & PENCITRAAN”;
  • 4 Juni pukul 7.51, meme Presiden Jokowi, bertuliskan “SETUJUKAH ANDA SAYA TURUN DARI KURSI ke PRESIDEN an ?”;
  • 5 Juni pukul 9.13 pm, meme menyebut Presiden Jokowi bodoh;
  • 6 Juni pukul 6.59 pm, meme Presiden Jokowi, semacam mendoakan mati disetrum;
  • 6 Juni pukul 11.59 pm, meme Presiden Jokowi sedang berada diantara tumpukan ban dan digambarkan seolah sedang menambal ban dalam;
  • Serta pada 8 Juni pukul 7.30 am, meme menyebut Presiden tidak berguna.
Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) memang lebih paling banyak menjadi sasaran ujaran kebencian lewat unggahan gambar meme-meme di akun facebook 'Elluek Ngangenie' dalam beberapa pekan terakhir. Akun tersebut diakui Burhanudin miliknya.

"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya pada Pak Presiden, dan juga pada Pak Polri dan lainya, saya menyesal sekali saya terpengaruh media," ujarnya menyesali perbuatannya.

Burhanudin sepertinya masih terlihat trauma setelah sempat diamankan di Polda Jatim. Ia ditemani oleh beberapa kerabat dan teman-temannya saat menemui wartawan.

Sangat disayangkan, tak ada efek jera, Burhan akhirnya dipulangkan Polda Jatim pada Sabtu (10/6) pukul 01.00 WIB, setelah menjalani pemeriksaan intesif. Meski dipulangkan, dia tetap dikenakan wajib lapor.

Related Posts

Santri Penghina Presiden dan Kapolri Tak Punya Niat Menghina, Tapi Kok Unggah 7 Meme Hinaan dalam Sepekan?
4/ 5
Oleh